Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anh Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.”* (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir_, 8: 94. Syaikh Al-Albani dalam _Shahih At-Targhib wa At-Tarhib_, no. 86 menyatakan bahwa hadits ini *hasan shahih*)
4. Membaca tasbih, tahmid dan takbir
setelah shalat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.”
