Sudah saatnya semangat Rengasdengklok “diculik” kembali bukan untuk menggulingkan siapa pun, tetapi untuk membangkitkan semangat pergerakan kemerdekaan.
Pemuda sejati bukan yang menunggu perintah, melainkan yang memulai semangat baru; bukan yang mencari panggung, melainkan yang melakukan perubahan
Menuju Kaderisasi yang Emansipatif
Kaderisasi sejati adalah ketika yang muda berani menantang dengan hormat, dan yang tua berani dikoreksi dengan lapang.
Institusi yang sehat bukan yang punya hierarki kokoh, tapi yang mampu belajar dari bawah.
Kepemimpinan sejati tidak diwariskan lewat jabatan, tapi melalui kejujuran berpikir dan keberanian memulai.
Mungkin inilah arti sesungguhnya dari “pemuda abadi”: bukan mereka yang tak menua, tapi yang tak berhenti bertanya.(*)
Referensi
Bung Hatta dan Pentingnya Kaderisasi Partai. (2020, 29 April). Berdikari Online. Diakses dari https://www.berdikarionline.com/bung-hatta-dan-pentingnya-kaderisasi-partai/
Giring Ganesha Kembali Lontarkan Pernyataan Bernada Menyerang, JJ Rizal: Pemuda Dari Bapakisme. (2022, 14 Januari). Frekuensi News. Diakses dari https://www.frekuensinews.com/nasional/pr-2892251691/
Hatta dan Bahaya Mental Fasisme. (t.t.). Merdika.id. Diakses dari https://merdika.id/sjahrir-dan-bahaya-mental-fasisme/
