“Capaian indikator makro, berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang pertama, ditahun 2020 kemarin pasca Covid 19 pertumbuhan ekonomi kita mengalami kontraksi mines 4,78 dan ditahun 2021 menjadi positif kembali di 1,6, artinya ada upaya kita menaikan pertumbuhan tersebut menjadi 6,64% dan data sementara di tahun 2022 melalui Provinsi dan BPSÂ yakni pertumbuhan ekonomi dengan migas mencapai 2,53% dan tanpa migas 5,24%,” jelasnya.
Ramli Tongko menambahkan, jika dilihat dari kontribusi lapangan usaha, terdapat sektor pertambangan penggalian sampai industri pengolahan bisa sampai urutan pertama. Sekarang ini pertanian kelautan dan pertanian kehutanan masuk urutan kedua.
“Ini upaya kita bersama dalam menggenjot sektor di basis kita, di sektor pertanian dan kehutanan dan perikanan yaitu hasilnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai dan saat ini kita butuh 1% lagi untuk investasi atau nilai tambah,” tuturnya.
“Alhamdulillah jumlah angka kemiskinan di daerah kita turun di tahun 2022 ini dari 7,8 menjadi 7,33. Sempat mengalami kenaikan waktu pandemi karena kondisional. Jika dilihat perbandingan dari Kabupaten lainnya kita yang terendah dibandikan dengan kota Palu,”ungkap Ramli Tongko menambahkan.
