PUPR Banggai Bangun Panggung Konser dan Gala Dinner Jelang HUT ke-66, Di Tengah Seruan Efisiensi Prabowo

Jati Arsana Sebut Konsepnya Terinspirasi Dari Ruang Terbuka yang Banyak Dditemukan di Bali

BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Di saat Presiden Prabowo Subianto berulang kali menyerukan penghematan anggaran dan pengurangan kegiatan seremonial di lingkungan pemerintah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai justru tengah menyiapkan dua panggung besar untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Banggai.

Dua fasilitas tersebut dibangun di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong. Satu berupa panggung kayu yang akan digunakan untuk konser hiburan masyarakat, sementara satu lagi merupakan panggung beton permanen berbentuk setengah lingkaran yang disiapkan untuk kegiatan gala dinner bagi tamu VIP.

Dikutip dari sangalu.com, Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman Dinas PUPR Banggai, I Putu Jati Arsana, mengatakan panggung beton tersebut direhabilitasi sebagai lokasi jamuan malam bagi pejabat pemerintah daerah dan unsur Forkopimda saat rangkaian HUT Banggai. “Progresnya sudah sekitar 90 persen dan ditargetkan selesai pekan ini,” ujarnya, Kamis (25/6/2026)

Pembangunan tersebut memunculkan pertanyaan karena berlangsung di tengah kampanye efisiensi yang terus digaungkan pemerintah pusat.

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Prabowo secara terbuka meminta seluruh institusi pemerintah mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial dan mengutamakan penggunaan anggaran untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Saat memberikan arahan kepada jajaran kepolisian, Prabowo bahkan menegaskan agar perayaan hari ulang tahun instansi dilakukan secara sederhana. “Kurangi seremoni, jangan terlalu banyak HUT. Sederhana saja, tumpengan di markas,” kata Prabowo.

Presiden juga beberapa kali mengingatkan bahwa setiap rupiah uang negara harus diarahkan untuk kepentingan rakyat dan menghindari pengeluaran yang tidak produktif.

Kondisi tersebut menimbulkan kontras yang sulit diabaikan. Di tingkat pusat, pemerintah mendorong kesederhanaan dan efisiensi. Namun di daerah, persiapan perayaan HUT justru diwarnai pembangunan panggung konser dan fasilitas gala dinner untuk tamu kehormatan.

Pun demikian, Dinas PUPR Banggai menegaskan pembangunan panggung beton tidak menggunakan dana APBD, melainkan melalui dukungan sponsorship.

Penjelasan itu belum sepenuhnya meredakan pertanyaan publik. Sebab, selain menyangkut sumber pendanaan, perhatian masyarakat juga tertuju pada prioritas pembangunan serta keterlibatan perangkat daerah dalam menyiapkan fasilitas yang identik dengan kegiatan seremonial. Apalagi perayaan besar ini dilakukan di tengah situasi ekonomi dan fiskal daerah yang kian mencekik.

PUPR beralasan panggung permanen tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk kegiatan HUT, tetapi juga menjadi aset publik jangka panjang yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, budaya, dan berbagai kegiatan masyarakat. Konsepnya disebut terinspirasi dari ruang-ruang terbuka publik yang banyak ditemukan di Bali.

Namun demikian, waktu pelaksanaan pembangunan yang bertepatan dengan persiapan HUT ke-66 Kabupaten Banggai membuat persepsi publik sulit dilepaskan dari agenda seremoni tahunan pemerintah daerah.(Sri)

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk