Ia juga menyoroti lahan sawah percontohan yang terbengkalai hingga hari ini. “Kalau bantuan benar-benar dipakai, seharusnya lahan ini sudah ditanami dan menghasilkan. Faktanya, tidak ada kegiatan. Kandang sapi rusak, gudang tak dipakai, dan sapinya malah dibawa ke kandang milik pribadi ketua di Desa Uwedikan,” tegasnya.

Yaris: Fasilitas Ada Tapi Tidak Dimanfaatkan
Nada serupa disampaikan Yaris Lagarinda. Ia bahkan meminta Kejaksaan Negeri Banggai dan Dinas Pertanian untuk turun tangan mengusut dugaan penyelewengan tersebut.
“Kami siap mendampingi langsung ke lokasi. Banyak bukti bisa kami tunjukkan. Salah satunya lahan seluas 30 hektare itu yang hingga kini tidak dimanfaatkan. Ini jelas menunjukkan program ini tidak berjalan sesuai harapan,” katanya.

