“Kami memiliki rasa hormat yang besar terhadap Spanyol. Mereka adalah tim yang sangat bagus dengan identitas permainan yang jelas. Kedua tim sama-sama senang menguasai bola. Kami harus bertahan dengan baik ketika kehilangan bola dan mampu mengontrol transisi,” ujar Martínez.
Saat ditanya mengenai duel Ronaldo melawan Yamal, pelatih asal Spanyol itu menilai keduanya merupakan pemain dengan karakter berbeda.
“Mereka adalah dua pemain yang sangat berbeda. Ronaldo adalah ikon sepak bola dunia yang prestasinya berbicara sendiri. Sementara Yamal adalah pemain muda yang sudah mampu memikul tanggung jawab besar di level tertinggi,” katanya.
Sorotan utama tetap tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu telah memastikan Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhirnya bersama Portugal.
Dalam wawancara yang dikutip ESPN, Ronaldo mengaku menikmati setiap momen yang tersisa dalam karier internasionalnya.
“Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tetapi saya berharap besok bukan pertandingan terakhir saya. Apa pun hasilnya, saya akan pergi dengan hati nurani yang bersih karena telah memberikan segalanya untuk sepak bola. Saya bermain karena mencintai olahraga ini, bukan karena kebutuhan,” ujar Ronaldo.
