Keluhan juga disampaikan Asri, warga di Kecamatan Bualemo. “Belum dapat (seragam gratis), kemarin saja anak mau ikut Pramuka, harus bayar Rp150 ribu untuk atribut. Apalagi seragan sekolah,” cetusnya.
Ia mengaku, merasa terbebani dengan mahalnya seragam sekolah, hingga harus membayar buku LKS. Apalagi Asri, bagian dari warga kurang mampu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo mengatakan, intervensi yang dilakukan instansinya sesuai data dari sekolah dan kelurahan serta desa.
“Standarnya kurang mampu, berupa bantuan tas, buku, sepatu dan seragam. Ini secara bertahap dan sudah berjalan,” kata Kadis Didi Hinelo, sapaan akrabnya. (*)
