“Pemaparan terkait gambaran lingkup kegiatan, rencana tahapan, progres terkini termasuk identifikasi potensi AGHT (ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan) kedua proyek multiyears tersebut,” tambahnya.
Meski demikian, Dewa belum merinci secara terbuka dua paket pekerjaan multiyears yang dimaksud.
Berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun BanggaiPost dari pemberitaan media lokal sebelumnya, salah satu proyek yang dibahas diduga kuat adalah pembangunan Gedung One Stop Service RSUD Luwuk.
Proyek tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Banggai untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Gedung baru RSUD Luwuk dirancang menggunakan skema multiyears selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028, dengan Dinas PUPR Banggai sebagai pelaksana teknis.
Nilai proyek diperkirakan berkisar antara Rp342,1 miliar hingga Rp351 miliar, tergantung komponen pembiayaan yang dihitung.
Pada tahun pertama atau 2026, pemerintah daerah diproyeksikan mengalokasikan anggaran sekitar Rp111,5 miliar hingga Rp114 miliar.
Sementara tahun kedua diperkirakan menjadi porsi terbesar dengan kebutuhan dana sekitar Rp183 miliar hingga Rp187 miliar. Sedangkan tahap penyelesaian pada 2028 diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp45 miliar hingga Rp48 miliar.
Skema pembiayaan tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan DPRD Kabupaten Banggai melalui mekanisme penganggaran tahun jamak.
