Berita Utama

Pemda Banggai Versus Logika Pasar

‎Persoalan muncul ketika niat baik itu berbenturan dengan logika ekonomi di lapangan. Kasus sepuluh truk beras asal Toili yang hendak dikirim ke luar daerah dan diamankan di Pelabuhan Pagimana menjadi contoh nyata, sebagaimana dilaporkan MitraPers OneNews (24/10/2025). Edaran telah diterbitkan, namun distribusi tetap berlangsung. Ini bukan semata pelanggaran, melainkan tanda bahwa kebijakan administratif sedang berhadapan dengan mekanisme pasar yang jauh lebih kuat dan kompleks.
‎Petani dan pengumpul beras di Banggai hidup dalam ekosistem ekonomi yang terbentuk selama bertahun-tahun. Mereka menjual ke luar daerah bukan karena menentang kebijakan, melainkan karena alasan rasional. Harga beras di Gorontalo atau Manado jauh lebih tinggi—beras premium di Manado dijual Rp16.000–Rp17.000 per kg pada pertengahan Oktober 2025, dan di Gorontalo mencapai Rp17.000 per kg pada Agustus 2025, berdasarkan data pasar lokal. Jaringan pembeli telah mapan, sementara kebutuhan modal membuat petani kerap bergantung pada tengkulak yang mengatur arah penjualan.
Bagikan: