Banggai dan daerah lain dengan struktur fiskal serupa harus memandang kebijakan ini sebagai momentum reformasi keuangan publik. Kinerja bersih bukan slogan, melainkan sikap: bekerja dengan data, transparan dalam pengambilan keputusan, dan berani dievaluasi.
Ujian ini memang berat, tapi di sinilah masa depan otonomi daerah sedang diuji — apakah otonomi hanya berarti mengelola anggaran, atau benar-benar mengelola hasil untuk rakyat.(*)
