“Pelatihan ini merupakan upaya peningkatan kualitas SDM bandara dalam menyambut penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou. Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak sehingga Bandara Mutiara SIS Al-Jufri kini siap menjadi bandara internasional,” ujarnya sebagaimana dikutip Sulteng Terkini.
Menurut Reny, pelayanan kepada penumpang internasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kemampuan petugas dalam berkomunikasi dan memberikan layanan sesuai standar internasional.
Sementara itu, The Opini melaporkan bahwa sebanyak 138 peserta dari berbagai instansi yang bertugas di kawasan bandara mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin yang berlangsung selama satu bulan. Jumlah tersebut bahkan melampaui kuota awal yang disiapkan penyelenggara.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetyo Hadi, sebagaimana dikutip The Opini, menyebut penguasaan Bahasa Mandarin menjadi kebutuhan strategis mengingat mayoritas penumpang internasional yang dilayani nantinya berasal dari China.
“Dengan komunikasi yang baik, pelayanan juga akan berjalan lebih baik. Kami berharap peserta nantinya mampu mencapai level advance sehingga siap mendukung operasional penerbangan internasional Palu–Guangzhou,” katanya.
