“PAD kita hanya di angka 10 persen. Sembilan puluh persen ditopang dari pusat,” sorot Syafrudin Husain.
Nota keuangan Pemda Banggai disampaikan Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili. Rapat itu dipandu Wakil Ketua II, Samsulbahri Mang.
Haji Udin, sapaan karib Syafrudin Husain menilai, dengan nominal angka PAD yang terbilang rendah menunjukkan daerah ini lemah mandiri fiskal.
Seharusnya dengan peningkatan pendapatan APBD Banggai harus mampu menggenjot PAD.
Selain menyorot rendahnya perolehan PAD, Haji Udin juga meminta Pemda Banggai untuk menertibkan aset milik daerah. Baik aset yang terdapat di dalam wilayah Kabupaten Banggai maupun aset yang berada di luar Kabupaten Banggai.
Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Banggai, Siti Arya Nurhaeningsih mengingatkan Pemda Banggai memaksimalkan pengalokasian anggaran untuk kepentingan masyarakat, semisal pendidikan dan kesehatan.
Tujuh fraksi di DPRD Banggai menyatakan menerima nota keuangan itu dan bersepakat melanjutkan ke pembahasan tingkat selanjutnya.
Agenda paripurna itu dihadiri 15 wakil rakyat, sementara 20 wakil rakyat lainnya mangkir. (*)
