BANGGAIPOST, LUKTIM – Sejumlah orang tua siswa SDN Banpres Bantayan 2, Kecamatan Luwuk Timur, mengeluhkan proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Keluhan muncul karena adanya dugaan sejumlah guru yang kerap tidak masuk mengajar sehingga berdampak pada aktivitas belajar siswa.
Berdasarkan keterangan beberapa wali murid, ketidakhadiran guru pada jam pelajaran disebut telah terjadi berulang kali. Akibatnya, siswa tidak memperoleh materi pembelajaran secara maksimal dan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah tanpa kegiatan belajar yang efektif.
“Kami sebagai orang tua sangat menyayangkan jika guru sering tidak masuk mengajar. Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar, bukan hanya bermain karena tidak ada guru di kelas,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keluhan tersebut juga telah disampaikan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Salah seorang anggota BPD membenarkan pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan seringnya guru tidak masuk mengajar.
Selain mempertanyakan kedisiplinan tenaga pendidik, para orang tua juga menyoroti peran kepala sekolah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja guru. Mereka menilai kepala sekolah seharusnya memastikan seluruh tenaga pendidik menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. “Kepala sekolah harus tegas. Kalau memang ada guru yang sering tidak hadir, harus ada evaluasi agar proses belajar mengajar berjalan normal,” kata wali murid lainnya.
Para orang tua berharap pihak sekolah segera melakukan pembenahan agar kualitas pendidikan di SDN Banpres Bantayan 2 tidak semakin menurun. Mereka juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai turun melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap kondisi sekolah tersebut.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Samsul, saat dikonfirmasi mengenai dugaan pelanggaran disiplin guru serta efektivitas pembinaan oleh kepala sekolah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. “Saya sudah tindak lanjuti ke Bidang SD untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah, Ibu Ani Bidang SD dan Pak Hendrik,” ujar Samsul.
Mengenai kemungkinan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran disiplin, Samsul mengatakan pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dari Bidang SD. “Untuk sanksi, kami menunggu laporan dari Bidang SD dan akan dilaporkan kepada Pak Kadis melalui Bidang SD,” tambahnya.
Selain persoalan kedisiplinan guru, Banggaipost juga memperoleh informasi mengenai kondisi keamanan sekolah yang dinilai memprihatinkan. Berdasarkan keterangan warga, bangunan SDN Banpres Bantayan 2 disebut kerap dibiarkan tidak terkunci saat tidak digunakan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi mengancam keamanan aset sekolah, termasuk peralatan belajar dan fasilitas pendidikan. Padahal, pengamanan lingkungan sekolah merupakan bagian dari tanggung jawab pihak sekolah untuk menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar tetap aman dan terpelihara.
Masyarakat berharap pihak sekolah segera meningkatkan pengawasan terhadap keamanan lingkungan sekolah sekaligus membenahi kedisiplinan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, Banggaipost masih berupaya menghubungi Kepala SDN Banpres Bantayan 2 untuk memperoleh tanggapan dan klarifikasi terkait berbagai keluhan yang disampaikan oleh para orang tua siswa. Ruang hak jawab akan diberikan apabila pihak sekolah memberikan penjelasan.
(Alin)












