Berita Utama

‎Oalah, Sejumlah Pimpinan OPD Diduga Manipulasi Absensi Digital ‎

‎Namun yang mengejutkan, sumber internal menyebutkan bahwa di antara ratusan akun yang terblokir, terdapat nama-nama pejabat eselon, bahkan diduga menyentuh level pimpinan OPD. “Ada. Tapi untuk saat ini masih dikunci. Belum dibuka ke publik,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Jika temuan ini terkonfirmasi, maka praktik manipulasi absensi bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin individu, melainkan berpotensi menjadi budaya sistemik yang melibatkan struktur kekuasaan di internal birokrasi.

Pola Lama, Modus Baru

‎‎Investigasi awal mengungkap pola penggunaan aplikasi fake GPS untuk memanipulasi titik koordinat kehadiran. Dengan teknik ini, ASN dapat “hadir” secara digital tanpa benar-benar berada di lokasi kerja.

‎Ironisnya, praktik ini justru terjadi di tengah upaya pemerintah mendorong digitalisasi sistem kehadiran sebagai bentuk peningkatan disiplin dan transparansi.

‎Alih-alih memperkuat akuntabilitas, celah teknologi justru dimanfaatkan untuk mengakali sistem. Lemahnya pengawasan internal di masing-masing OPD diduga menjadi faktor utama maraknya praktik ini.

‎Dalam surat edaran tersebut, Bupati Banggai memerintahkan seluruh kepala OPD untuk memperketat pengawasan dan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelanggar. Bahkan, akun yang berulang kali terindikasi akan diblokir permanen.

Bagikan: