Adnan juga mengingatkan agar program yang digagas untuk kepentingan anak-anak tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar diawasi kualitas pelaksanaannya di lapangan.
“Program ini bagus dan patut didukung. Tapi jangan sampai hanya berjalan sebagai formalitas, sementara kualitas makanan yang diberikan justru jauh dari harapan,” tegasnya.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah serta pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu MBG di sekolah-sekolah, khususnya di Kecamatan Luwuk Timur. Evaluasi tersebut dinilai penting agar program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi pelajar benar-benar memberi manfaat nyata, bukan sekadar memenuhi target distribusi makanan.
Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah pengawasan terhadap kualitas menu MBG di daerah sudah berjalan sebagaimana mestinya, atau justru masih menyisakan celah dalam implementasinya di lapangan. (Alin)
