Tak hanya itu, Mentan juga menyoroti pentingnya transparansi publik dalam pengawasan sektor pangan. Ia meminta media massa maupun netizen ikut mengawal dan memberitakan jika menemukan dugaan permainan distribusi.
โAku sore tunggu beritanya,โ kata Amran di depan awak media.
Ia menilai di era media sosial saat ini, praktik-praktik penimbunan lebih mudah terungkap dibanding masa lalu.
โSekarang tidak ada lagi zaman tertutup. Semua bisa ketahuan,โ tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Amran menegaskan pemerintah tidak akan memberikan kompromi terhadap pelaku spekulasi dan korupsi pangan. Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 76 tersangka yang diproses dalam kasus serupa.
โNo compromise,โ tandasnya.
Amran juga menyinggung keberhasilan pemerintah saat menindak spekulasi minyak goreng beberapa waktu lalu sebagai bukti bahwa negara serius menjaga stabilitas pangan nasional.
Pemerintah, lanjutnya, saat ini tengah berupaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan di tengah kondisi stok nasional yang disebut dalam posisi surplus. Karena itu, pengawasan distribusi menjadi fokus utama agar masyarakat tidak dirugikan oleh permainan pelaku besar.
Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, ikut mengawal distribusi pangan agar tetap sehat dan berpihak kepada rakyat kecil.(Alin)
