BANGGAIPOST.com
Sinyal bahwa kebijakan efisiensi anggaran belum akan berakhir semakin kuat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan seluruh pemerintah daerah diminta melanjutkan langkah penghematan pada penyusunan APBD 2027. Pernyataan tersebut menjadi isyarat bahwa pemerintah pusat akan semakin ketat mengawasi pengelolaan keuangan daerah.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8/2026), Tito mengatakan masih banyak pos anggaran yang dapat dihemat, mulai dari perjalanan dinas, rapat yang tidak efektif, belanja makanan dan minuman, hingga biaya pemeliharaan yang dinilai berlebihan.
“Jadi kalau untuk tahun 2027, ya, saya tetap mendorong kepala daerah-daerah untuk melakukan efisiensi,” tegas Tito dikutip kompas.com
Mendagri juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mudah meminta tambahan Dana Alokasi Umum (DAU). Setiap daerah yang mengajukan top up DAU akan dievaluasi terlebih dahulu untuk memastikan upaya efisiensi benar-benar telah dilakukan.
“Kalau ada yang menyatakan, ‘Pak kami top up DAU, kami enggak punya uang,’ fine, kita akan turun. Efisiensi sudah lakukan enggak, kita bedah. Jangan sampai nanti dipermalukan,” ujarnya.
Banggai Siapkan Langkah Antisipasi
Di Kabupaten Banggai, sinyal dari pemerintah pusat itu datang di tengah tekanan fiskal daerah. Hingga Juli 2026, realisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat baru mencapai sekitar 52 persen.
