Laporan warga menyebut, pencurian ternak telah berulang dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, jumlah sapi yang dilaporkan hilang dan hingga kini belum berhasil ditemukan diperkirakan telah mencapai sekitar 22 ekor
BANGGAIPOST, LAMALA – Aksi pencurian sapi kembali meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Masama dan Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai. Dalam kurun waktu dua malam, dua ekor sapi milik warga di dua desa berbeda ditemukan telah disembelih dan diambil sebagian besar bagian tubuhnya oleh pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Peristiwa pertama menimpa seorang warga Desa Tangeban, Kecamatan Masama, bernama Atu. Ia mendapati sapi miliknya telah mati dalam kondisi mengenaskan. Bagian kepala sapi tampak digergaji, sementara kaki dan sebagian besar tubuh hewan tersebut telah hilang, diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Menurut keterangan pemilik, pada sore hari sebelum kejadian sapi tersebut masih berada di lokasi penggembalaan di sekitar area tanaman pakan yang tidak jauh dari Kantor Kecamatan Masama. Namun, keesokan paginya hewan ternak itu ditemukan sudah dalam kondisi tidak utuh.
Belum reda peristiwa tersebut, dua malam kemudian aksi serupa kembali terjadi di Desa Labotan, Kecamatan Lamala. Seorang peternak setempat juga kehilangan sapi miliknya setelah hewan itu ditemukan telah disembelih. Saat ditemukan, hanya bagian kepala yang tersisa, sedangkan sebagian besar tubuhnya diduga telah dibawa kabur oleh pelaku.
Kedua korban sempat merekam kondisi sapi mereka sebagai dokumentasi sekaligus barang bukti atas dugaan tindak pidana pencurian ternak yang kembali marak terjadi.
Maraknya aksi pencurian ternak membuat masyarakat semakin resah. Warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polsek Lamala, agar segera melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku serta memutus jaringan pencurian ternak yang diduga telah lama beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami berharap pihak berwajib segera bertindak, mengungkap pelaku, dan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera,” ujar salah seorang warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banggaipost, kasus kehilangan sapi di wilayah Masama dan Lamala bukan kali pertama terjadi. Sejumlah warga menyebut pencurian ternak telah berulang dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, jumlah sapi yang dilaporkan hilang dan hingga kini belum berhasil ditemukan diperkirakan telah mencapai sekitar 22 ekor.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak karena ternak merupakan salah satu sumber penghasilan utama masyarakat. Selain meminta aparat mempercepat pengungkapan kasus, warga juga mengimbau sesama peternak untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan ternaknya, terutama pada malam hari, guna mengantisipasi aksi pencurian yang kembali marak.(Alin)












