Fikri menilai kegiatan ronda malam perlu kembali diaktifkan dengan melibatkan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di setiap desa. Di samping menjaga keamanan lingkungan, kepolisian juga diharapkan memberikan pembinaan melalui program Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) agar masyarakat memahami prosedur hukum dan berperan aktif dalam mencegah tindak pidana, khususnya pencurian ternak.
Ia turut mengapresiasi kinerja Tim Resmob Polres Banggai yang berhasil mengungkap kasus pencurian ternak beberapa waktu lalu. Namun demikian, menurutnya pengungkapan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.
“Kami mengapresiasi kerja Tim Resmob yang telah berhasil mengungkap pelaku pencurian ternak. Namun saya yakin bukan hanya satu pelaku yang terlibat. Masih ada kelompok lain yang diduga berkeliaran dan perlu dikejar hingga tuntas,” tegasnya.
Fikri mengaku keyakinan tersebut diperkuat dengan masih adanya laporan kehilangan ternak di wilayah Masama dan Lamala, termasuk sapi miliknya yang hingga kini belum ditemukan.
“Belum lama ini masih ada masyarakat yang kehilangan ternaknya, termasuk milik saya sendiri yang sampai saat ini belum ditemukan. Karena itu kami berharap pengungkapan kasus ini terus dikembangkan agar seluruh pelaku dapat ditangkap,” katanya.
