BANGGAIPOST LUWUK – Di tengah keberhasilan Kecamatan Mantoh meraih penghargaan dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Banggai, kondisi berbanding terbalik justru terlihat di Kecamatan Luwuk Timur. Perpustakaan yang telah lama dibangun di Desa Hunduhon dilaporkan tutup dan tidak berpenghuni.
Penghargaan kepada Kecamatan Mantoh mendapat apresiasi langsung dari Bupati Banggai, , saat menghadiri pengumuman dan penyerahan hadiah pemenang lomba perpustakaan desa yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Artinya, adanya gedung perpustakaan yang baru bisa diikuti dengan kegiatan-kegiatan inovatif seperti ini,” ujar Bupati Amirudin, Selasa (30/6/2026), di Gedung Perpustakaan Daerah Luwuk, sebagaimana dikutip dari Babasalnews.
Dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan budaya literasi hingga tingkat desa tersebut dinilai sebagai langkah positif. Namun, kondisi yang terjadi di Kecamatan Luwuk Timur memunculkan pertanyaan dari masyarakat.
Perpustakaan yang berada di Desa Hunduhon, Kecamatan Luwuk Timur, disebut telah bertahun-tahun berdiri, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat literasi dan sumber pengetahuan masyarakat itu tampak sepi tanpa aktivitas pelayanan maupun petugas yang berjaga.
“Bagaimana masyarakat mau didorong gemar membaca kalau perpustakaannya sendiri tutup. Fasilitas ada, tetapi tidak dimanfaatkan,” ujar seorang warga.
Warga menilai keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan, pendidikan, dan budaya baca masyarakat. Karena itu, aset yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal.
Keberhasilan Kecamatan Mantoh dalam meraih penghargaan dinilai membuktikan bahwa pengelolaan perpustakaan yang baik dapat diwujudkan apabila mendapat perhatian dan dukungan yang memadai. Sebaliknya, kondisi perpustakaan di Luwuk Timur menimbulkan tanda tanya mengenai pengelolaan dan pengawasan fasilitas tersebut.
Sementara itu, dalam rilis yang dimuat Babasalnews, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai, Benyamin Ponggatu, mengakui jumlah perpustakaan desa dan kelurahan di Kabupaten Banggai masih sangat terbatas.
Menurut Benyamin, dari 18 perpustakaan yang terdata, hanya sembilan perpustakaan desa yang dapat mengikuti lomba tahun ini.
“Ini menjadi tantangan bagi kami bersama Dinas PMD dan kepala-kepala desa,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan perpustakaan desa dan kelurahan dapat menjadi prioritas ke depan guna mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat.
Namun pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga terkait kondisi perpustakaan di Desa Hunduhon yang telah lama dibangun tetapi belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Ini yang menjadi pertanyaan. Bangunannya sudah lama selesai, tetapi tidak ada aktivitas, tidak ada koleksi yang memadai, bahkan petugas pun tidak terlihat berkantor di sana. Kalau seperti ini, bagaimana perpustakaan bisa berfungsi untuk masyarakat?” kata seorang warga.
Masyarakat berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan perpustakaan tersebut, termasuk memastikan fasilitas yang telah dibangun benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan bukan sekadar menjadi bangunan tanpa fungsi.(Alin)












