Nadjamuddin mengatakan tantangan ke depan adalah memastikan persoalan lingkungan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
“Ketika persoalan lingkungan tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa melebar menjadi persoalan sosial, ekonomi, bahkan keamanan. Karena itu, pendekatan penegakan hukum yang terintegrasi menjadi penting,” katanya.
Menurut dia, kepemimpinan Rizal Irawan juga akan diuji oleh kemampuan Polda Sulteng menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, perlindungan masyarakat, dan iklim investasi.
“Investasi tetap penting bagi pembangunan daerah, tetapi investasi juga harus berjalan dalam koridor hukum. Jika ada pelanggaran lingkungan, masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa hukum hadir,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin sebelumnya membenarkan mutasi tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri.
“Polda Sulteng selanjutnya berada di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Dengan latar belakang yang kuat di bidang Gakkum LH, kepemimpinan Irjen Pol Rizal Irawan diharapkan mampu membawa pendekatan yang lebih tegas dan terintegrasi dalam menjaga kamtibmas sekaligus mendukung penegakan hukum lingkungan di Sulawesi Tengah.(RBP)
