
“Kalau di desa-desa itu Karang Taruna hanya dikenal kalau ada kegiatan di desa seperti pertadingan olahraga dan lainnya. Pandangan ini yang harus diubah, ini yang sementara kami lakukan,” kata Ifdal, Senin (06/03).
Aktivis yang tidak segan-segan mengkritisi pemerintah itu mengungkapkan, bahwa baksos yang dilaksanakan oleh organisasinya itu menggunakan dana hasil dari patungan dan pengurus dan anggota karang taruna, Ketua KTI Kabupaten Banggai Laut Ali Hamid serta beberapa donatur yang memang tidak mau nama mereka disebutkan.
“Hasil dari patungan pengurus dan anggota karang taruna serta bantuan dari pihak lain, itulah yang di belikan semen dan pasir,” ungkapnya.
Dia berharap dengan adanya gerakan sosial dari KTI, ada kejelasan akses jalan yang berlubang di Desa Kendek. Karena jalan di dalam desa kendek tersebut sudah lama terbengkalai tidak di perhatikan.
“Saya selaku ketua mewakili Pengurus dan anggota, semoga dengan adanya gerakan sosial dari KTI, ada kejelasan akses jalan yang berlubang di Desa Kendek bisa diperbaiki oleh pemerintah daerah,” tutur Ifdal. (IK)
KTI-Sg Desa Kendek Gelar Baksos; Cor Jalan dan Bersihkan Mata Air
