Pelayanan Publik

Komisi III DPRD Banggai Temukan 49 Titik Kebocoran Pipa PDAM di Pagimana

Kepala Unit PDAM Pagimana, Saiful Saudil, saat itu membenarkan gangguan distribusi tersebut. Ia menjelaskan, kemarau panjang yang berlangsung lebih dari tiga bulan menyebabkan debit sumber air di Desa Ampera dan Uwedaka, yang menjadi pemasok utama, mengalami penurunan.

Sebelumnya, pada awal Agustus 2026, warga Pagimana juga sempat mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama empat hari.

Gangguan serupa pernah terjadi di Desa Jayabakti pada 2023 akibat kemarau panjang dan fenomena El Niño. Saat itu, krisis air berdampak terhadap 5.543 jiwa sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun tangan menyalurkan bantuan air bersih.

Di sisi lain, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan infrastruktur air minum. Pada 2024, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai merealisasikan proyek peningkatan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK dengan anggaran Rp3,2 miliar.

Namun, temuan 49 titik kebocoran pada jaringan pipa Ampera dan Uwedaka menunjukkan masih adanya persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan.

Penurunan debit akibat kemarau dan kerusakan jaringan menjadi dua persoalan yang perlu ditangani secara bersamaan agar distribusi air kepada pelanggan dapat kembali optimal.

Bagikan: