Memang belum ada dasar politik resmi yang mengarah ke sana. Namun kemunculan skenario tersebut menunjukkan bahwa publik mulai melihat kemungkinan konfigurasi yang lebih besar daripada sekadar persaingan antarfigur. Dalam berbagai simulasi yang berkembang, posisi Longki kembali dianggap penting karena berpotensi menjadi penghubung yang mampu menjaga keseimbangan kepentingan politik antaraktor utama.
King Maker atau Arsitek Politik?
Istilah king maker biasanya digunakan untuk menggambarkan tokoh yang menentukan siapa kandidat yang akan maju atau memperoleh dukungan. Namun dalam konteks Sulawesi Tengah menjelang 2030, sebagian pengamat menilai peran Longki berpotensi lebih besar daripada itu.
Ia tidak hanya dapat memengaruhi pilihan kandidat, tetapi juga memiliki peluang untuk ikut membentuk desain koalisi yang akan bertarung. Jika suatu saat terbentuk poros besar yang melibatkan Gerindra, kekuatan petahana, dan figur-figur populer lainnya, maka Longki hampir pasti akan menjadi salah satu tokoh yang berada di balik proses tersebut.
Pengaruh politik yang dibangunnya selama puluhan tahun membuat namanya tetap relevan meski tidak lagi berada di kursi gubernur. Meski demikian, seluruh skenario yang berkembang saat ini masih berada pada tahap spekulasi politik.
