“Meskipun ada wacana saat Mukernas, sekolah berbasis pondok berafiliasi langsung dengan pengurus pusat, namun sesuai instruksi Ketua Utama, status Pengda Alkhairaat tetap menjadi perpanjangan tangan PB disetiap daerah,”tegasnya.
Dikatakan, untuk memajukan pendidikan Alkhairaat dibutuhkan orang-orang yang pintar merasa. Bulan sebaliknya. Dengan begitu, cita-cita dan harapan organisasi ini akan terwujud.

Sebagai wujud kepedulian meningkatkan kinerja layanan pendidikan di Pondok Pesantren, dalam waktu dekat Pengda Alkhairaat Banggai akan membentuk tim percepatan pemulihan sekolah.
“Tim akan bekerja mencari solusi, dan menetapkan target yang akan dicapai,”ucapnya.
Sistem pun kata Habib akan dibuat lebih proporsional dan profesional, melalui pemanfaatan aplikasi pelaporan penyelenggaraan pendidikan.
“Semua aturan yang ditetapkan bersama harus dijalankan satu frekwensi sesuai kewenangan masing-masing, pengda Alkhairaat akan mengevaluasinya,”tandasnya.
Tidak hanya itu, iapun menginformasikan akan menghidupkan sejumlah unit usaha Pondok Pesantren. Salah satunya Koperasi Alkhairaat.

Usaha ini kata Habib, akan menopang roda pendidikan dilingkungan Pondok Pesantren.
“Layanan akses market ke para alumni kami sementara rancang melalui sebuah aplikasi,”pungkasnya. (NS)
