Keluhan Antrean PIP di BRI Bunta Viral, Warga Soroti Dugaan Penerima dari Kalangan Mampu

BANGGAIPOST BUNTA – Keluhan seorang warga terkait proses pengambilan nomor antrean pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Bank BRI Unit Bunta, Kabupaten Banggai, viral di media sosial, Rabu (1/7/2026).

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang orang tua siswa penerima PIP melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Sidra’ra Azzhara. Dalam video itu, ia menyoroti kondisi antrean yang dinilainya tidak tertata sehingga menyebabkan warga berdesakan hanya untuk mendapatkan nomor antrean.

Menurutnya, pihak terkait seharusnya dapat mengatur jadwal pelayanan berdasarkan wilayah atau desa agar masyarakat tidak datang secara bersamaan.”Coba kalau diatur jadwalnya, misalnya hari ini untuk desa tertentu, besok desa lain. Jadi masyarakat datang bertahap sesuai jadwal dan tidak berdesak-desakan seperti sekarang,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin melihat masyarakat harus mengantre selama berjam-jam hanya untuk mencairkan bantuan pendidikan. “Hanya karena uang Rp200 ribu, masyarakat sampai berdesakan seperti pengemis,” katanya.

Dalam video tersebut, ia juga menyampaikan adanya dugaan penerima Program Indonesia Pintar yang berasal dari keluarga berkecukupan. Dugaan itu, menurutnya, muncul setelah melihat sejumlah penerima datang menggunakan mobil pribadi.

“Bahkan tadi ada yang datang naik mobil ikut antre. Ada juga orang tua siswa yang mengatakan kalau orang yang punya mobil saja bisa dapat bantuan, sementara warga lain yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan,” tuturnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan apakah penerima yang dimaksud benar-benar tidak memenuhi kriteria sebagai penerima Program Indonesia Pintar.

Keluhan lainnya datang dari warga yang berasal dari wilayah cukup jauh, seperti Kecamatan Simpang Raya dan daerah lainnya. Mereka disebut harus berangkat sejak dini hari demi mendapatkan nomor antrean.

“Kasihan warga yang datang dari jauh. Ada yang berangkat sejak pukul 04.00 hingga 05.00 subuh karena mendapat informasi sebagai penerima bantuan. Mereka datang jauh-jauh, tetapi akhirnya tidak kebagian nomor antrean,” ungkapnya.

Ia menilai situasi tersebut menimbulkan kekecewaan karena, menurut pengakuannya, ada warga yang datang lebih siang tetapi tetap memperoleh nomor antrean, sementara mereka yang telah lama menunggu justru harus pulang tanpa dilayani.

Selain persoalan antrean, ia juga menyoroti pelayanan petugas. Menurut pengakuannya, saat menanyakan kemungkinan penambahan nomor antrean kepada seseorang yang diduga merupakan petugas kebersihan, ia menerima jawaban yang dianggap kurang pantas.

Ia juga menyayangkan sikap salah seorang petugas keamanan yang dinilainya kurang ramah terhadap masyarakat yang sedang mengantre.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank BRI Unit Bunta belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat mengenai mekanisme pelayanan antrean maupun dugaan adanya penerima Program Indonesia Pintar yang berasal dari kalangan mampu. Banggai Post akan memperbarui informasi apabila telah memperoleh tanggapan resmi dari pihak BRI maupun instansi terkait. (Alin)

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk