Hari ini gelombang teknologi justru membuat generasi kita bermalas-malasan, merosotnya akhlak, mager dan cenderung sibuk dengan hal hal yang tidak produktif. Mental generasi hari ini cenderung seperti mental kerupuk yang tidak mau merasakan proses dari dasar. Hari ini masih banyak generasi yang apatis terhadap belajar di ruang akademik ataupun non akademik di organisasi. Padahal kalau berbicara cita-cita maka persiapannya harus dari sekarang.
“Kita hari ini perlu menyadari bahwa Indonesia masuk dalam peringkat ke 61 dari 62 negara mengenai minat baca yang terdata dalam Harbuknas 2022. Ini menjadi PR kita bersama, dan jihad literasi adalah kunci utama,” terangnya.
“Kita juga perlu tahu bahwa dalam poin ke 4 SDGs berupa pendidikan berkualitas yang merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan dan menjadi program global adalah tujuan kita bersama. Maka pendidikan berkualitas seperti apa yang kita inginkan jika kita apatis terhadap literasi itu sendiri. Terlebih lagi kita tidak mau belajar di dunia organisasi,” tutur Kader PII asal Sulteng itu.
