Pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah khususnya bahasa di Kabupaten Banggai yaitu bahasa Banggai, Saluan, Balantak dan Andio juga sebagian bahasa lainnya bertujuan untuk menjaga kelangsungan bahasa dan sastra daerah setempat.
“Tentunya juga, ini dimaksudkan untuk menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur untuk mempertahankan dan menemukan fungsi baru bahasanya,” ucap Pjs Raziras.
Beliau juga mengapresiasi semangat peserta yang hadir dari berbagai kabupaten, seperti Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Morowali Utara, untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
FTBI tahun ini melibatkan 120 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), didampingi oleh 24 pendamping dari masing-masing kabupaten.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Banggai berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menggelar program serupa untuk melestarikan bahasa ibu. Dengan pelibatan generasi muda, diharapkan nilai-nilai budaya lokal dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah memberikan penghargaan kepada Bupati Banggai atas dukungannya terhadap pelestarian bahasa ibu.
