“Oprit seharusnya dipadatkan menggunakan Bomag agar material tidak mudah hanyut terbawa air. Kalau seperti ini, kualitas pekerjaan patut dipertanyakan,” ujarnya.
Ia juga mengkritik masih adanya bongkahan material berupa balok yang dibiarkan berada di badan jembatan dan mengganggu aktivitas pengendara. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pekerjaan proyek belum dituntaskan secara rapi meski jembatan sudah mulai digunakan masyarakat.
“Walaupun belum diaspal, minimal area pekerjaan dibersihkan dan dirapikan dulu supaya aman dan nyaman dilewati kendaraan,” katanya lagi.
Menanggapi kritik tersebut, PPK Dinas PUPR Banggai, Munfarid Arifat mengatakan pihaknya segera menyurati kontraktor pelaksana agar melakukan perbaikan karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Masih masa pemeliharaan. Kami segera menyurati penyedia untuk memperbaiki cat railing yang sudah pudar. Proyek ini juga sudah diperiksa BPK,” katanya kepada media ini.
Terkait bongkahan material yang masih berada di badan jembatan, Munfarid mengaku pihaknya telah meminta bantuan pemerintah desa dan masyarakat untuk mengeluarkannya.
Sementara mengenai kondisi timbunan oprit yang belum rata, ia menyebut hal itu sudah dilakukan pemadatan.
