Pemerintah mampu menyiapkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan kolam renang bertaraf nasional. Mampu mengalokasikan dana besar untuk pembangunan mess pemerintah daerah di Kota Palu. Penataan kawasan, rehabilitasi gedung, pembangunan kantor, fasilitas olahraga, hingga berbagai proyek representatif lainnya terus berjalan dengan perencanaan yang jelas.
Tidak ada yang salah dengan seluruh proyek tersebut. Fasilitas olahraga penting. Gedung pelayanan publik juga dibutuhkan. Penataan kawasan kota adalah bagian dari pembangunan.
Namun pembangunan selalu berbicara tentang urutan prioritas.
Ketika jalan penghubung antardesa yang menjadi jalur ekonomi rakyat dibiarkan rusak bertahun-tahun, ketika masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari, ketika petani harus mengangkut hasil panen melalui jalan berlubang, sementara proyek-proyek prestisius terus bergerak, maka pertanyaan tentang keberpihakan anggaran menjadi sesuatu yang wajar.
Pemerintah boleh saja bangga dengan proyek-proyek besar. Tetapi kebanggaan itu kehilangan makna ketika rakyat masih harus menanam pohon di tengah jalan agar suaranya didengar.
Ironisnya lagi, di tengah berbagai persoalan mendasar tersebut, pemerintah daerah juga terlihat begitu nyaman menggelar berbagai kegiatan seremonial dan hiburan. Panggung-panggung dibangun. Konser digelar. Perayaan berlangsung meriah.
