Rivalitas Prancis dan Argentina juga belum sepenuhnya mereda sejak final Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Albiceleste melalui adu penalti. Sejak saat itu, tensi di antara kedua kubu masih sering muncul, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sejumlah media Prancis bahkan melontarkan kritik keras terhadap FIFA. Mereka mempertanyakan alasan badan sepak bola dunia itu menunjuk satu tim wasit penuh dari negara yang masih menjadi kontestan aktif di Piala Dunia.
Di media sosial, ribuan suporter Prancis juga menyuarakan keresahan serupa. Banyak yang berharap keputusan-keputusan wasit selama pertandingan benar-benar objektif agar tidak memunculkan polemik baru.
Meski demikian, kubu Prancis berusaha meredam situasi. Pelatih Didier Deschamps menegaskan timnya tetap percaya pada profesionalisme perangkat pertandingan. “Kami tidak akan menjadikan wasit sebagai lawan. Fokus kami adalah pertandingan,” ujar Deschamps.
Sementara itu, Facundo Tello dikenal sebagai salah satu wasit paling tegas di Amerika Selatan. Ia pernah menjadi sorotan dunia setelah mengeluarkan 10 kartu merah dalam final Trofeo de Campeones 2022 antara Boca Juniors dan Racing Club. Dalam berbagai kompetisi, Tello juga dikenal cukup royal mengeluarkan kartu kuning sehingga diperkirakan laga Prancis kontra Maroko akan dipimpin dengan pendekatan disiplin yang ketat.
