Farida menegaskan tidak ada praktik titipan maupun upaya menggagalkan peserta tertentu dalam proses seleksi tersebut. Ia juga meminta masyarakat tidak percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan kelulusan dengan imbalan uang.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN Wisudo Putro Nugroho menjelaskan persoalan yang muncul lebih disebabkan keterlambatan tampilan sistem akibat tingginya trafik peserta yang mengakses CAT secara bersamaan.
Menurut BKN, jawaban peserta sebenarnya telah tersimpan di database sistem, namun tampilan pada layar mengalami delay sehingga terlihat seolah-olah berubah sendiri.
BKN juga mengimbau peserta agar tidak menekan jawaban berulang kali atau terlalu cepat karena dapat memperburuk gangguan tampilan.
Hingga 12 Mei 2026, belum ada pengumuman resmi terkait pembatalan tes maupun pelaksanaan ujian ulang massal. Pemerintah memastikan tahapan seleksi tetap berjalan dengan pengawasan ketat.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan kampung nelayan. Karena itu, proses rekrutmen manajer koperasi dilakukan secara ketat dan berbasis sistem CAT seperti seleksi CPNS.
