“Kami percaya ketahanan energi dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan. Melalui ACCU, kami berupaya menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi di fasilitas operasi. Melalui Pupuk Bioferdom dan Sekolah Lapang, apa yang semula merupakan produk samping operasi kini menjadi pupuk yang menyuburkan lahan petani di Kayowa. Ketika petani tersenyum karena panennya membaik, di situlah kebahagiaan kami sebagai insan energi,” tuturnya.
Ia menambahkan, semangat “Zona 13 Bahagia” menjadi fondasi seluruh insan dalam berkarya. “Pekerja yang bahagia akan bekerja dengan selamat, berinovasi dengan sepenuh hati, dan menghadirkan manfaat bagi sekitarnya. Itulah semangat Zona 13 Bahagia: bahagia dalam bekerja, bahagia dalam berbagi, dan bahagia ketika masyarakat ikut tumbuh bersama kita. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi, menjaga operasi yang aman dan andal, serta memberi manfaat bagi negeri,” pungkasnya.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran insan Pertamina di wilayah Indonesia Timur dalam mendukung ketahanan energi nasional. Dengan semangat Zona 13 Bahagia, perusahaan berkomitmen menghadirkan operasi yang unggul, rendah emisi, dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.(*)
