Dari sisi pembangunan, keberadaan fasilitas olahraga dinilai dapat mendukung pembinaan atlet, olahraga masyarakat, penyelenggaraan kompetisi, hingga pengembangan aktivitas ekonomi apabila dikelola secara optimal.
Sebaliknya, dari sisi pengelolaan fiskal, proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut menjadi bagian dari belanja daerah yang dilaksanakan ketika pemerintah daerah juga melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap kondisi keuangan.
Selain itu, proses pengadaan proyek juga sempat mengalami pengulangan. Berdasarkan data LPSE, tender pertama tidak menghasilkan pemenang sehingga pemerintah kembali membuka proses lelang sesuai mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Dengan total investasi sekitar Rp30 miliar, Venue Kolam Renang Kabupaten Banggai diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas olahraga terbesar yang dibangun menggunakan APBD dalam beberapa tahun terakhir.
Ke depan, perhatian tidak hanya tertuju pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga pada pemanfaatan fasilitas tersebut setelah selesai dibangun. Pengelolaan operasional, tingkat penggunaan oleh masyarakat, pembinaan olahraga, serta kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi daerah akan menjadi bagian dari indikator manfaat investasi yang dibiayai melalui APBD.
