Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, termasuk pemerintah daerah dan tenaga pendidik. Ia pun berharap fasilitas baru ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses pendidikan vokasi, dan mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun wirausaha.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan gedung SMK Negeri 1 Luwuk dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025 senilai Rp12,5 miliar. Proyek tersebut menjadi salah satu program strategis daerah pada 2024 dan mendapatkan supervisi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pembangunan yang menjadi prioritas meliputi sepuluh ruang kelas, satu ruang praktik pariwisata, lima laboratorium, satu perpustakaan, serta satu unit toilet dengan empat bilik. SMK Negeri 1 Luwuk mendapat alokasi besar karena bangunan lamanya mengalami kerusakan total akibat kebakaran pada 24 Mei 2021.
Pada 2024, Dinas Pendidikan melakukan intervensi dengan metode swakelola tipe satu. Hasil uji mutu menunjukkan seluruh bangunan lama tidak layak direhabilitasi, sehingga harus dibongkar total. Peletakan batu pertama dilakukan pada Oktober 2024. Meski proyek sempat mengalami tiga kali perpanjangan waktu, seluruh tahap pembangunan akhirnya rampung sesuai target sehingga bisa diresmikan pada hari ini.
