“Saya kecewa, saya punya keluarga ketika kena musibah atau hendak melahirkan misalnya, mau ke Luwuk (rujuk), tidak digratiskan mobil ambulance. Malah saya punya cucu itu, dikenakan lagi biaya Rp50 Ribu semalam,” celetuk Ramli Daud, yang kesal dengan pelayanan kesehatan.
Olehnya, kehadiran Paslon Sulianti Murad-Samsul Bahri Mang dengan 12 program unggulan, diyakini mampu membawa Banggai lebih baik dan sejahtera.
“Karena saya yakin, bahwa seorang ibu itu tidak pernah mengkhianati,” tuturnya.
Kembali ke soal mobil ambulance, Ramli mengaku benar-benar kecewa karena tidak digratiskan ketika masyarakat butuh. Apalagi masyarakat kecil yang kurang mampu.
“Tetap harus bayar sekian, tidak ada toleransinya. Olehnya saya ingin coba Bupati perempuan memimpin Banggai. Saya yakin dan percaya, seorang ibu tidak mungkin mengkhianati (rakyatnya),” tandasnya. (*)
