Dalam unggahan lain yang turut beredar di media sosial, seorang warganet juga menyinggung janji kampanye Bupati Banggai terkait penyediaan helikopter untuk menjangkau desa-desa terpencil. Unggahan tersebut memicu diskusi lebih luas mengenai realisasi berbagai janji pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok.
Masungkang sendiri telah lama menghadapi persoalan akses penyeberangan. Warga selama bertahun-tahun berharap adanya pembangunan jembatan gantung sebagai solusi permanen. Karena itu, bantuan perahu karet dinilai sebagian masyarakat hanya menjadi solusi sementara yang belum menyentuh akar persoalan.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Banggai belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai komentar dan kritik yang berkembang di media sosial mengenai bantuan perahu karet tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mempercepat pembangunan jembatan gantung yang selama ini dijanjikan sehingga anak-anak sekolah dan warga tidak lagi bergantung pada solusi darurat untuk menyeberangi sungai. (alin)
