BANGGAI POST, LUKTIM โ Tak hanya warga Desa Uwedikan, keluhan juga datang dari warga Desa Honduhon, Kecamatan Luwuk Timur, terkait proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang hingga kini belum memberikan dampak nyata. Padahal, pihak Dinas PUPR sebelumnya menyatakan bahwa untuk Honduhon, air sudah mengalir.
Namun fakta di lapangan berkata lain. Berdasarkan investigasi Banggai Post, Jumat (18/7), warga Honduhon justru menyebut belum merasakan manfaat dari proyek tersebut.
โAir bersih belum kami nikmati sampai sekarang. Hampir semua rumah warga belum tersambung. Bahkan fasilitas umum seperti puskesmas juga kesulitan air,โ ujar seorang warga.
Tak hanya itu, kondisi di Kantor Kecamatan Luwuk Timur pun menunjukkan hal serupa. Untuk memenuhi kebutuhan air, mereka bahkan menggunakan air dari daf (penampung air sederhana) yang dialirkan ke tandon.
Kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan Kabid AMAL PUPR, Christopel Satolom, yang sebelumnya menyebutkan bahwa proyek SPAM untuk Honduhon sudah berjalan dan air sudah tersedia.
ย โYang untuk Honduhon sudah selesai. Tahun ini tambahan anggaran Rp400 juta akan melanjutkan ke rumah warga,โ ujar Christopel, dalam klarifikasinya, Selasa (16/7).
