Problem ini kembali disuarakan Wakil Ketua Banggar yang juga Waket 1 DPRD Banggai Wardani Murad. Ia menilai, pembangunan akses jembatan penghubung dua desa itu sangat prioritas. Seharusnya diakomodir dalam belanja modal jalan,irigasi, dan jaringan tahun anggaran 2026.
“Kondisi ini jangan dibiarkan, menyangkut keselamatan anak-anak sekolah di wilayah itu. Sudah cukup lama warga menanti adanya fasilitas jembatan penghubung, kiranya Pemda dapat mengakomodir,”pinta Wardani disela-sela rapat pembahasan KUA-PPAS bersama TAPD, Selasa 18 November 2025.
Selain menyuarakan kebutuhan prioritas warga Masungkang, Wardani juga meminta agar Pemda segera memperbaiki jembatan penghubung ke areal persawahan warga di Desa Uwelolu, Kecamatan Toili Jaya.
Ia menilai, akses jembatan usaha tani tersebut sudah tak layak pakai. Kondisi ini pun menghambat transportasi mengangkut hasil pertanian.
“Infrastruktur semacam ini yang harus di prioritaskan untuk menunjang kesejahteraan para petani. Dalam hal ini terkait aksesibilitas, efisiensi distribusi, dan peningkatan nilai ekonomi hasil panen,”jelasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Moh.Ramli Tongko mengatakan, untuk Tahun Anggaran 2026, belanja infrastruktur di dominasi pekerjaan proyek multiyears, yakni Pembangunan Rumah Sakit serta Pembangunan akses jalan Lumpoknyo-Pasar Tua.
