Berita Utama

Viral “Portal dan Kolam”, Warganet Usul Piara Ikan Mas di Pasar Simpong

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari akun Iqbal Opa. Menurutnya, penataan Pasar Simpong tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran pedagang dan masyarakat. “Butuh kerja sama semua yang terkait, utamanya dukungan masyarakat dan pedagang. Pedagang juga harus menempati tempat yang sudah disiapkan, sehingga sampah bisa terkontrol dan tidak menutupi drainase,” tulisnya.

Sementara akun Haryanto Haryanto menilai keberadaan portal justru merupakan bagian dari upaya modernisasi pengelolaan pasar. “Bagus itu portal. Fungsinya mengatur akses kendaraan, meningkatkan keamanan, dan membuat retribusi lebih transparan sebagai PAD. Jalan memang perlu dibenahi, tapi penataan parkir juga penting,” tulisnya.

Di sisi lain, sejumlah komentar tetap menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur. Akun Aten menulis, “Pembenahan infrastruktur dulu baru portal agar tidak menuai beragam tanggapan dari masyarakat.”

Hal senada disampaikan Nonchy Madalis Noman yang berharap pemerintah memberi perhatian pada lampu penerangan, drainase, dan ruas jalan yang kerap tergenang air.

Fenomena ini menunjukkan polemik Pasar Simpong kini telah berkembang menjadi ruang diskusi publik yang lebih luas. Jika sebelumnya perdebatan berpusat pada portal parkir elektronik, kini perhatian masyarakat bergeser pada kondisi jalan, drainase, hingga kualitas infrastruktur penunjang pasar.

Bagikan: