Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan yang mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit. Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu beragam reaksi warganet. Di tengah gelombang simpati, muncul pula sejumlah komentar yang diduga berasal dari oknum tenaga kesehatan dan dinilai tidak berempati.
Belakangan, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa kematiannya berkaitan dengan lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan ruang rawat inap.
Peristiwa ini memicu perdebatan publik mengenai etika tenaga kesehatan dalam bermedia sosial, sekaligus kembali menyoroti tantangan pelayanan rumah sakit, khususnya terkait ketersediaan tempat tidur bagi pasien.(RBP)
Diolah kembali dari laporan detikHealth/detik.com.
