BANGGAIPOST, LUWUK – Polemik dugaan penolakan penggunaan ambulans Program Berani Sehat untuk mengantar jenazah seorang bocah di Kabupaten Banggai Kepulauan mendapat perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Samiun L. Agi.
Ketua DPC Partai Demokrat Banggai itu meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa persoalan tersebut merupakan kegagalan Program Berani Sehat yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut Samiun, apabila terdapat pelayanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka yang perlu ditelusuri adalah apakah terjadi kesalahan dalam pelaksanaan di tingkat lapangan atau adanya oknum yang tidak menjalankan ketentuan program dengan benar.
“Jika ada kejadian kurang baik dalam pelayanan kesehatan oleh oknum tertentu, jangan langsung menyalahkan Bapak Gubernur atau mengatakan program ini hanya janji kampanye. Sampaikan saja bahwa ada oknum yang tidak menjalankan program sebagaimana mestinya,” ujar Samiun, menanggapi viralnya kasus tersebut.
Ia menegaskan setiap laporan yang berkembang di masyarakat harus menjadi bahan evaluasi dan investigasi bagi pihak terkait. Dengan begitu, akar persoalan dapat diketahui secara jelas sebelum muncul kesimpulan yang dapat menyesatkan opini publik.
“Kami berharap ada investigasi terhadap informasi yang beredar. Harus dilihat terlebih dahulu bagaimana aturan penggunaan ambulans tersebut, siapa yang mengambil keputusan, dan apakah sudah sesuai prosedur atau tidak,” katanya.
