“Itu tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan bahwa bantuan itu hasil lobi Markiano. Saya tidak punya kewenangan menyatakan bantuan itu ada atau tidak ada. Intinya, ini sudah ada pemeriksaan, dan sudah ditindaklanjuti oleh kejaksaan,” tegasnya. Terkait pertemuan di Kantor Camat, Oktavianus mengakui dirinya juga sempat diundang namun tidak sempat hadir karena berhalangan. Saat undangan pertemuan ke dua, dirinya tengah menjalani pengobatan di Makassar. “Saya tahu ada pertemuan itu, tapi saya tidak bisa hadir karena memang berhalangan,” akunya.
Traktor Kelompok Perjuangan Diamankan Keluarga Ketua Sebagai Jaminan
Sementara itu dalam pertemuan yang digelar di Kantor Camat Luwuk Timur, pamannya Markiano, Kalvin Sakati, mengungkap bahwa traktor kelompok Perjuangan ada padanya dan dijadikan jaminan.
“Karena traktor kelompok kami, Tani Jaya, belum dikembalikan oleh Markiano waktu dipinjam dulu, maka saya tahan traktor kelompok Perjuangan sebagai jaminan,” ujar Kalvin, yang juga Ketua Kelompok Tani Tani Jaya.
Terpisah, Sekretaris Camat Luwuk Timur, Rahmad Kartolo, mengonfirmasi bahwa pihak kecamatan telah dua kali memanggil Ketua Kelompok Perjuangan untuk memberikan penjelasan, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir.
