Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Erwin, S.STP., M.AP., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga untuk membekali ASN menghadapi situasi komunikasi krisis.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kepercayaan diri ASN dalam berbicara di depan umum serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola komunikasi pada situasi krisis,” jelasnya.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber berkompeten di bidang komunikasi: 1). Muchlis Anwar, CPS, CPM. – Instruktur public speaking, motivator, dan penulis buku, 2). Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si., M.M. – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, dengan keahlian pada studi komunikasi dan terorisme, serta mantan Dekan FISIP Untad (2019–2025), 3). Dr. Achmad Herman, S.Sos., M.Si. – Koordinator Program Magister Ilmu Komunikasi FISIP Untad (2021–2024) sekaligus dosen Ilmu Komunikasi.
<span;>Kegiatan dikemas dengan metode pemaparan materi dan praktik langsung, memungkinkan peserta mempelajari teknik komunikasi secara aplikatif, termasuk simulasi saat menghadapi krisis organisasi.
Pemprov Sulteng berharap melalui pelatihan ini, ASN dapat lebih efektif dalam menyampaikan informasi, menjaga integritas dalam pelayanan publik, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
