” Alhamdulillah, setelah menemui pak Menteri, kami bersyukur, dari sekian program yang di bahas, ada yang menarik, yakni program integrated Farming dan Family Farming yang akan direalisasikan pada awal Februari tahun 2022 mendatang,”terangnya.
Yang perlu dilakukan saat ini sambung Bupati adalah, menyiapkan lahan seluas 1000 Ha sesuai permintaan Kementerian Pertanian.
Lahan tersebut tersebar di sejumlah kawasan, tentunya sesuai potensi yang dimiliki wilayah masing-masing, dan siap dimanfaatkan untuk pengembangan program tersebut.
“Pada prinsipnya kami siap menggenjot program ini. Sudah harus disiapkan lahan para petani yang akan dikembangkan. Jika tidak, bisa dialihkan ke daerah lain. Bulan Januari 2022, tahapan program sudah mulai jalan. Dan awal Februari sudah action,”terang Bupati.
Bupatipun menginformasikan, selain kedua program menarik itu, ia juga membahas sejumlah program reguler. Seperti pengadaan bibit jagung, Alsintan, dll.

“Ada sejumlah Kepala Dinas yang ikut ke Jakarta, saat ini tengah membahas program reguler bersama Dirjen kementerian Pertanian,”pungkasnya. (NS)

