“Kami menduga radiasi sinar-X itu tertahan oleh lapisan gas yang sangat tebal sehingga tidak dapat keluar,” ujar Tsukui.
Salah satu objek yang diberi nama GLIMPSE-17775 menjadi bukti paling kuat sejauh ini. Analisis menggunakan James Webb menemukan lebih dari 40 garis spektrum yang menunjukkan keberadaan lubang hitam supermasif yang sedang tumbuh di dalam kepompong gas panas.
Jika teori tersebut benar, penemuan ini dapat menjelaskan bagaimana lubang hitam supermasif mampu terbentuk hanya beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang.
“Little Red Dots bisa menjadi potongan penting yang selama ini hilang dalam memahami asal-usul lubang hitam raksasa di pusat galaksi,” tulis National Geographic dalam laporannya.
Meski demikian, para ilmuwan menegaskan penelitian masih terus berlangsung. Misteri Little Red Dots diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama observasi James Webb dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus membuka peluang lahirnya teori baru mengenai evolusi alam semesta.(RBP)
