banggaipost.com
Kekecewaan atas tak kunjung diperbaikinya ruas jalan penghubung Desa Lontos, Indangsari, dan Lauwon memuncak. Warga Desa Lontos, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, mengekspresikan protes dengan cara yang tak biasa: menanam pohon pisang dan kelapa di tengah badan jalan yang rusak parah, Minggu (26/7/2026).
Aksi simbolis tersebut dilakukan sebagai bentuk sindiran sekaligus tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Banggai agar segera merealisasikan perbaikan jalan yang selama bertahun-tahun dinilai hanya menjadi janji.
Salah seorang warga, Dade alias Delon, mengatakan masyarakat sudah berulang kali menyampaikan aspirasi melalui berbagai forum resmi, mulai dari reses anggota DPRD hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini, kondisi jalan tetap memprihatinkan.
“Begini yang bisa kami lakukan untuk menjawab keresahan masyarakat. Sudah bertahun-tahun aspirasi ini disampaikan melalui reses maupun Musrenbang, namun kondisi jalan yang menghubungkan tiga desa, yakni Lontos, Indangsari, dan Lauwon, tak kunjung mendapat perhatian maupun perbaikan,” ujarnya.
Dade mengaku masyarakat masih mengingat janji Bupati Banggai saat menghadiri pembangunan rumah layak huni pascabanjir di Desa Indangsari pada 2022.
Menurutnya, ketika itu bupati menyampaikan komitmen untuk membangun ruas jalan tersebut. Namun hingga masa jabatan pertama berakhir dan kini memasuki periode kedua, janji itu belum juga terealisasi.
