Keluhan juga muncul terkait informasi yang diterima pengemudi saat menanyakan perkembangan antrean di lokasi.
“Mestinya pihak pabrik bisa memberikan informasi terkait antrean yang sedang berlangsung. Tapi nyatanya di lapangan justru sebaliknya. Bahkan dari pihak security pabrik yang mestinya dapat memberikan informasi justru tidak transparan,” ungkap seorang pengemudi.
Sopir lainnya mengaku hampir setiap hari mendatangi lokasi untuk menanyakan kepastian pembongkaran, namun belum mendapatkan informasi yang dianggap jelas.
“Saya sudah tiap hari datang batanya, tapi selalu dibilang belum-belum. Kalau ditanya depe jadwal, dorang tidak mau kase lihat. Belum lagi dorang pe security kalau bakase informasi macam tidak niat,” ujarnya.
Keluhan semakin mencuat setelah seorang pengemudi mengaku melihat kendaraan lain yang menurutnya telah melakukan pembongkaran lebih dari sekali, sementara kendaraannya masih menunggu.
“Saya punya oto sudah 25 hari mendaftar sampai sekarang belum maso di pabrik. Pas ditanya, disuruh datang besok lagi. Padahal ada saya lihat oto riki sudah dua kali bongkar,” katanya.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan sopir mengenai mekanisme sebenarnya yang digunakan dalam menentukan urutan pembongkaran.
