PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Luwuk, yang lebih dikenal masyarakat sebagai pabrik Bimoli.
LUWUK, BANGGAIPOST.COM
Sejumlah sopir dan pemasok kopra mengeluhkan panjangnya antrean kendaraan untuk proses pembongkaran di pabrik PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Luwuk, yang lebih dikenal masyarakat sebagai pabrik Bimoli.
Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan lamanya waktu tunggu serta belum jelasnya informasi mengenai mekanisme penentuan urutan kendaraan yang mendapat giliran pembongkaran.
Antrean kendaraan pengangkut kopra disebut dapat berlangsung cukup lama. Dalam kondisi tersebut, sejumlah sopir mengaku harus menunggu berhari-hari, bahkan hingga berminggu-minggu, sebelum memperoleh kesempatan membongkar muatan.
Persoalan yang dipertanyakan para sopir bukan semata-mata lamanya antrean, melainkan bagaimana urutan kendaraan ditentukan dan sejauh mana informasi mengenai posisi antrean dapat diketahui oleh para pemasok.
โYang saya pertanyakan bukan lamanya antrean, tapi sistemnya. Torang mau tahu kendaraan mana yang masuk duluan dan berdasarkan apa urutan bongkarnya,โ ujar salah seorang pengemudi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut para sopir, sistem antrean yang transparan penting untuk mencegah kesalahpahaman dan kecemburuan di antara pemasok.
Mereka berharap setiap kendaraan yang telah mendaftar memiliki pencatatan yang jelas, termasuk waktu pendaftaran dan posisi kendaraan dalam antrean.
