Sekitar pukul 20.00 Wita, lanjut perwira pangkat dua balak ini, pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan sesosok mayat di area perkebunan di lokasi tersebut.
“Dengan informasi tersebut, Bhabinkamtibmas dan anggota jaga langsung menuju ke rumah duka dan TKP untuk melakukan olah TKP awal,” imbuhnya.
Tonny menerangkan, dari keterangan anak korban bahwa sudah sekitar 7 tahun korban tinggal dikebun miliknya dan korban kembali ke rumah hanya untuk mengambil bahan makanan (rempah-rempah) dan kembali ke kebunnya.
“Dan korban terakhir pulang ke rumah sekitar 6 hari lalu dan langsung kembali ke kebunnya. Korban pun hidup sendiri di kebun miliknya dan memiliki riwayat penyakit maag dan asma,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis, Tonny menyebutkan, diperkirakan korban meninggal dunia sekitar pukul 16.00 Wita sebab mayat korban masih dalam keadaan lemas dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat radang usus yang memicu terjadi kebocoran pada Lambung,” sebut Tonny.
Atas kejadian tersebut pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap korban dan menerima dengan ikhlas atas kematian korban yang dikuatkan dengansurat pernyataan.
